Berita

 

 

SAMPEK ENGTAY

Venue: CIPUTRA ARTPRENEUR THEATER

Tanggal : 15 – 16 Agustus 2020

 

Jam Pertunjukan :  Sabtu = 19.30 WIB dan Minggu  = 13.30 WIB & 19.30 WIB

 

TEATER KOMA, produksi ke-160, 2020

 CIPUTRA ARTPRENEUR THEATER

 

Naskah Karya & Sutradara: N. Riantiarno

 

Info Tiket:

 0821 22 7777 09 • 021 735 0460 • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

 Tiket Online:

 www.teaterkoma.org

 GO-TIX.id

 www.blibli.com

 

 

HTM:

 Rp. 150.000| Rp. 200.000 | Rp. 300.000 | Rp. 450.000 | Rp. 550.000 | Rp. 850.000

 

 

 Pemain:

  ADE FIRMAN HAKIM – TUTI HARTATI – RATNA RIANTIARNO

 IDRIES PULUNGAN – BUDI ROS – DAISY LANTANG – EMANUEL HANDOYO

 RAHELI DHARMAWAN – ANGGA YASTI – HENGKY GUNAWAN

 ANDHINI PUTERI – SIR ILHAM JAMBAK – RANGGA RIANTIARNO – dll.

 

Pekerja:

 Co-Sutradara: OHAN ADIPUTRA • Penata Artistik: IDRIES PULUNGAN

 Penata Musik: FERO A. STEFANUS • Penata Rias: SUBARKAH HADISARJANA

 Penata Cahaya: DERAY SETYADI • Penata Gerak: RATNA ULLY

 Penata Busana: RIMA ANANDA •  Penata Rambut: SENA SUKARYA

 Multimedia: DEDEN BULQINI • Pengarah Teknik: TINTON PRIANGGORO

 Perancang Grafis: ra7dika • Instruktur Vokal: NAOMI LG

 Manajer Panggung: SARI MADJID • Pimpinan Produksi: RATNA RIANTIARNO

 

Sinopsis

 Dengan berbagai akal, ENGTAY berhasil meyakinkan kedua orangtuanya bahwa sekolah itu penting dan baik. Akhirnya, gadis itu pun diizinkan pergi menuntut ilmu ke Betawi. Meski untuk itu, dia harus menyamar sebagai seorang lelaki muda. Dalam perjalanan, Engtay berkenalan dengan SAMPEK. Pemuda itu juga berniat menuntut ilmu di sekolah yang sama. Atas inisiatif Engtay, mereka berdua sepakat saling mengangkat saudara.

 Di asrama, Engtay ditempatkan satu kamar dengan Sampek. Rupanya, penyamaran Engtay sangat berhasil. Tidak seorang pun menyangka, bahkan juga Sampek, kalau Engtay itu perempuan.

 Asmara tumbuh. Dan akhirnya Engtay mengaku kepada Sampek mengenai kenyataan yang sebenarnya. Bahkan, dia nyaris menyerahkan diri kepada Sampek. Cinta bermula ada lantaran Engtay geregetan terhadap kejujuran -- yang disebutnya sebagai kebodohan -- lelaki muda itu. Ternyata, selama hampir setahun, Sampek tetap tidak mengira dia sudah tidur seranjang dengan seorang gadis. Dia lebih suka menekuni buku-buku pelajaran, daripada plesiran.

 Tapi Sampek tidak beruntung. Cintanya membentur tembok. Tepat saat dia menyatakan siap mencinta, Engtay dipanggil pulang. Si gadis akan dinikahkan dengan MACUN, anak seorang tuan tanah kaya dari Rangkasbitung. Sampek pun merana. Dan sakit cinta menyebabkan dia mati. Jasad Sampek dikubur, tapi sampai mati, dia tetap berharap suatu saat Engtay sudi menziarahi kuburannya.

 Macun memboyong Engtay ke kampungnya dengan tandu pengantin. Di tengah jalan, Engtay memohon agar rombongan berhenti sejenak di makam Sampek. Engtay ingin bersembahyang di kuburan itu. Dasar jodoh, begitu upacara sembahyang usai, kubur Sampek mendadak terbuka. Lalu dengan penuh cinta, Engtay melompat ke dalam kuburan. Dia menyatu dengan jasad kekasihnya.

 Macun marah besar. Dia membongkar kuburan. Tapi di dalam kuburan,  tak terdapat jasad Sampek maupun Engtay. Yang ada hanya dua batu biru dan dua tawon kuning. Ketika kubur digali lebih dalam lagi, muncul sepasang kupu-kupu yang segera mengepakkan sayap-sayap indah mereka, melayang terbang ke langit.

 Lalu, berjuta kupu-kupu memenuhi langit, menutup cahaya matahari, memayungi bumi, meneduhkan hati. Semua terkesima.

 

 

 

J.J

Sampah-Sampah Kota

Venue: GRAHA BHAKTI BUDAYA, PKJ – TIM

Tanggal : 8 s.d 17 November 2019

Jam Pertunjukan :  Senin – Sabtu = 19.30 WIB dan Minggu  = 13.30 WIB

 

TEATER KOMA, produksi ke-159, 2019

GRAHA BHAKTI BUDAYA

 

Naskah Karya: N. Riantiarno

Sutradara: RANGGA Riantiarno

 

Info Tiket:

0821 22 7777 09 • 021 735 0460 • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

Tiket Online:

www.teaterkoma.org

GO-TIX.id

www.blibli.com

 

HTM:

SENIN NOMAT

Rp. 60.000 | Rp. 80.000 | Rp. 120.000 | Rp. 180.000 | Rp. 240.000 | Rp. 320.000

Weekday (Selasa – Jumat)

Rp. 75.000 | Rp. 100.000 | Rp. 150.000 | Rp. 225.000 | Rp. 300.000 | Rp. 400.000

Weekend (Sabtu – Minggu)

Rp. 100.000| Rp. 150.000 | Rp. 225.000 | Rp. 300.000 | Rp. 400.000 | Rp. 500.000

 

Pemain:

idries pulungan • budi ros • Tuti hartati • DAISY LANTANG

RATNA ULLY • RAHELI DHARMAWAN • ADE FIRMAN HAKIM • ZULFI RAMDONI

DANA HASSAN • ANDHINI PUTERI • SEKAR DEWANTARI • dll.

 

 

Pekerja:

Asisten Sutradara: BAYU DHARMAWANpenata artistik: idries pulungan

penata cahaya: deray setyadipenata musik: fero a. Stefanus

penata gerak: ratna ullypenata rias & rambut: sena sukarya

penasehat rias & rambut: subarkah hadisarjanapenata busana: ALEX FATAHILLAH

Multimedia: DEDEN BULQINI • Pengarah Teknik: TINTON PRIANGGORO

Perancang Grafis: RA7DIKA • Instruktur Vokal: NAOMI LG

Manajer Panggung: SARI MADJID • Pimpinan Produksi: RATNA RIANTIARNO

Konsultan Kreatif : N. RIANTIARNO & OHAN ADIPUTRA

 

 

Sinopsis

 Jian dan Juhro adalah sepasang suami isteri. Mereka hidup di sebuah gubuk di kolong jembatan. Sehari-hari, seperti sebagian penghuni kolong jembatan lainnya, Jian bekerja sebagai kuli pengangkut sampah. Digaji harian. Tidak punya jaminan masa depan. Meski begitu dia tetap bekerja dengan jujur, rajin, giat dan gembira. Bersama Juhro, yang tengah hamil tua, dia hidup bahagia.

 Semua ini tak lepas dari pengawasan Mandor Kepala dan tiga mandor bawahannya, Tiga Pemutus. Mereka sudah mempelajari sekian banyak penghuni kolong jembatan. Hasil penyelidikan itu mengerucut kepada satu kandidat. Keberadaan Jian merupakan sebuah keunikan. Dan, mereka memutuskan, keunikan itu harus diuji. Semacam tes. Mereka ingin melihat sampai sejauh mana kejujuran Jian bisa bertahan.

 Suatu hari, Para Pemutus menjatuhkan sebuah tas berisi uang di sekitar tempat Jian bekerja. Melihat jumlah uang yang amat banyak dalam tas, Jian panik. Dia bertanya-tanya dalam hati, siapakah pemilik tas tersebut. Tapi, setelah pergumulan hebat, Jian merasa uang tersebut harus dikembalikan kepada pemiliknya. Dan ini, bagi Para Pemutus, sudah merupakan sebuah pemberontakan.

 

 

Synopsis

 Jian and Juhro are a married couple. They live in a shack under a bridge. Every day, just like most people living there, Jian works as a garbage worker. He is paid daily. His future is uncertain. Even so, he still works honestly, diligently, industriously and merrily. With Juhro, who is nearing childbirth, he lives happily.

This does not escape the surveillance of the Head Foreman and his subordinates, The Three Decision Makers. They have studied numerous people who live under the bridge. Which leads them to one candidate. The existence of Jian is something unique. And, they decided, that uniqueness must be verified. A kind of test. They want to see how far Jian’s honesty can persevere.

 One day, The Decision Makers drop a bag filled with money where Jian works. Seeing the amount of money inside the bag, Jian panicks. He wonders who does the bag belong to. But, after a long struggle, Jian feels that the money has to be returned to its owner. And this, to The Decision Makers, is an act of rebellion.

 

 

 

GORO-GORO

Mahabarata 2

Venue: GRAHA BHAKTI BUDAYA, PKJ – TIM

Tanggal : 25 Juli s.d 4 Agustus 2019

Jam Pertunjukan :  Senin – Sabtu = 19.30 WIB dan Minggu  = 13.30 WIB

 

TEATER KOMA, produksi ke-158, 2019

GRAHA BHAKTI BUDAYA

 

Karya & Sutradara: N. Riantiarno

 

Info Tiket:

0821 22 7777 09 • 021 735 0460 • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

 Pembelian tiket :

- EARLY BIRD DISC 20 % dimulai tanggal 26 Juni 2019, pukul 00:01 WIB s.d 2 Juli 2019, pukul 11:59 WIB (Kuota Terbatas).
 
- NOMAT (Nonton Hemat di hari Senin) DISC 20% dimulai 2 Juli 2019, pukul 13:00 WIB.

- REGULER harga normal dimulai 2 Juli 2019, pukul 13:00 WIB.

 

Tiket Online:

www.teaterkoma.org

GO-TIX.id

www.blibli.com

 

HTM:

SENIN NOMAT

Rp. 60.000 | Rp. 80.000 | Rp. 120.000 | Rp. 180.000 | Rp. 240.000 | Rp. 320.000

Weekday (Selasa – Kamis)

Rp. 75.000 | Rp. 100.000 | Rp. 150.000 | Rp. 225.000 | Rp. 300.000 | Rp. 400.000

Weekend (Jumat – Minggu)

Rp. 100.000| Rp. 150.000 | Rp. 225.000 | Rp. 300.000 | Rp. 400.000 | Rp. 500.000

 

Pemain:

SLAMET RAHARDJO DJAROT• idries pulungan • budi ros • RATNA RIANTIARNO• SARI MADJID

NETTA KUSUMAH DEWI • Rangga riantiarno • Tuti hartati • DORIAS PRIBADI

RATNA ULLY DAISY LANTANG • RAHELI DHARMAWAN • EMANUEL HANDOYO

BAYU DHARMAWAN SALEH  ANGGA YASTI • DANA HASSAN • SUNTEA SISCA

YULIUS BUYUNG • SIR ILHAM JAMBAKZULFI RAMDONI • DODI GUSTAMAN • INDRI DJATI • dll.

 

 

Pekerja:

Co-sutradara: ohan adiputrapenata artistik: idries pulungan

penata cahaya: deray setyadipenata musik: fero a. Stefanus

penata gerak: ratna ullypenata rias & rambut: sena sukarya

penasehat rias & rambut: subarkah hadisarjanapenata busana: rima ananda

Multimedia: DEDEN BULQINI • Pengarah Teknik: TINTON PRIANGGORO

Perancang Grafis: SAUT IRIANTO MANIK • Instruktur Vokal: NAOMI LG

Manajer Panggung: ARIFFANO MARSHAL • Pimpinan Produksi: RATNA RIANTIARNO


 

 

Sinopsis

 

Semar dan Togog turun ke marcapada dan ditugaskan menghamba kepada raja-raja di sana. Semar menjadi panakawan para ksatria yang membela kebenaran. Sedang Togog menghamba kepada para raksasa penyebar kejahatan.

 

Nasib mereka sangat berbeda. Semar sangat dihormati oleh para ksatria yang dibimbingnya. Pendapat dan nasehatnya dituruti. Sedangkan Togog, oleh para raja angkara, nasehatnya kadang didengar, lebih sering disepelekan.

 

Kini, Semar mengabdi kepada Raja Medangkamulyan, Prabu Srimahapunggung. Togog menghamba kepada Raja Raksasa Kerajaan Sonyantaka, Prabu Bukbangkalan.

 

Ketika Medangkamulyan panen padi melimpah-ruah, Sonyantaka malah diserang paceklik, maka Bukbangkalan pasang rencana merampok Medangkamulyan. Meski dicegah Togog, niatnya itu tetap dilaksanakan. Di tengah jalan, Bukbangkalan juga bersekutu dengan Batara Kala.

 

Apa yang akan terjadi terhadap kerajaan Medangkamulyan? Saran apa yang akan diberikan Semar untuk mengatasi serbuan para raksasa Sonyantaka? Apakah akhirnya Togog mampu menasehati Bukbangkalan agar tak menyerang Medangkamulyan?

 

 

Synopsis

 

Semar and Togog are sent down to marcapada and to become advisors for the kings there. Semar becomes one of the panakawans for the ksatrias, nobles who uphold justice. Meanwhile, Togog is to serve the evil-mongering giants, raksasas.

 

Their fates are quite the opposite. Semar is very respected by the ksatrias whom he mentored. They always heed his opinion and advice. Meanwhile, Togog is always being neglected, and the raksasa kings whom he served always belittle his opinions.

 

At the present, Semar serves the King of Medangkamulyan, Prabu Srimahapunggung. While Togong serves the King of Sonyantaka, Prabu Bukbangkalan.

 

While Medangkamulyan enjoys a period of abundant rice harvest, Sonyantaka faces drought, thus King Bukbangkalan plans to invade Medangkamulyan. Even though Togog advices him not to do so, he still commences his plan. Bukbangkalan even recruited Batara Kala as his co-conspirator in the Medangkamulyan invasion.

 

So what will happen to Medangkamulyan? What advice will Semar give to Medangkamulyan to counter the attack from those Soyantaka giants? Will Togog finally be able to advise Bukbangkalan to not attack Medangkamulyan?

 

 

MAHABARATA: Asmara Raja Dewa

Venue: GRAHA BHAKTI BUDAYA, PKJ – TIM

Tanggal : 16 s.d 25 November 2018

Jam Pertunjukan :  Senin – Sabtu = 19.30 WIB dan Minggu  = 13.30 WIB

 

TEATER KOMA, produksi ke-154, 2018

GRAHA BHAKTI BUDAYA

 

Karya & Sutradara: N. Riantiarno

 

 Info Tiket:

0821 22 7777 09 • 021 735 0460 • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

Tiket Online:

www.teaterkoma.org

www.blibli.com

 

HTM:

SENIN NOMAT

Rp. 60.000 | Rp. 80.000 | Rp. 120.000 | Rp. 180.000 | Rp. 240.000 | Rp. 320.000

Weekday (Selasa – Kamis)

Rp. 75.000 | Rp. 100.000 | Rp. 150.000 | Rp. 225.000 | Rp. 300.000 | Rp. 400.000

Weekend (Jumat – Minggu)

Rp. 100.000| Rp. 150.000 | Rp. 225.000 | Rp. 300.000 | Rp. 400.000 | Rp. 500.000

 

 

SINOPSIS

 

 

Semula hanya ada kekosongan abadi. Kemudian, untuk mengisi alam semesta, Hyang Wenang menciptakan Tiga Dunia. Mayapada, Madyapada dan Marcapada. Semua dihuni oleh Ras Wayang.

 

Mayapada atau Dunia Kekal atau Dunia Atas merupakan tempat tinggal wayang suci, dewa-dewi. Penguasanya, Hyang Tunggal. Dari istrinya, Dewi Rekatawati, Tunggal memiliki empat orang putra yang cakap: Manan, Antaga, Ismaya dan Manikmaya.

 

Pada suatu masa, empat dewa, Manan-Antaga-Ismaya-Manikmaya, berkelahi berebut sebutan ‘Paling Tua’. Akibat perkelahian itu, Antaga, Ismaya dan Manan berubah menjadi buruk rupa. Sedang Manikmaya dinobatkan sebagai ahliwaris Tunggal, menjadi Raja Tiga Dunia. Setelah Tunggal lengser keprabon, Manikmaya berkuasa atas Tribuana atau Tiga Dunia. Dia, kini, adalah Rajadewa. Gelarnya, Batara Guru.

 

Inilah kisah tentang sang penguasa, Batara Guru, dalam menjaga kedamaian Tiga Dunia, yang selalu diusik oleh setan, demit dan makhluk halus lainnya, penghuni Madyapada atau Dunia Gelap. Mereka selalu berhasrat merebut tampuk kekuasaan Tiga Dunia.

 

Ini juga kisah tentang hubungan asmara, tentang percintaan dewa dan dewi, tentang Rajadewa yang sering tak mampu menguasai nafsunya sendiri. Hingga kelak, Tiga Dunia terancam musnah oleh buah kesalahan Batara Guru di masa lalu.

 

Apa yang bisa dilakukan para dewa untuk mencegah berakhirnya dunia? Jawabannya ada dalam lakon “Mahabarata: Asmara Raja Dewa”.

 

 

TEATER KOMA 

Produksi ke-153

GEMINTANG

Karya dan Sutradara : N. Riantiarno

29 Juni s/d 8 Juli 2018
Graha Bhakti Budaya - TIM
Senin s/d Sabtu (pukul 19.30 WIB)
Minggu (pukul 13.30 WIB)

ONLINE TIKET :
www.teaterkoma.org
www.blibli.com

 

Info Tiket :
0217359540
0217350460
082122777709

HTM:
WeekEnd : 500k, 400k, 300k, 225k, 150k
WeekDay : 400k, 300k, 225k, 150k, 100k
Nomat (senin): 320k, 240k,180k, 120k, 80k

 

SINOPSIS LAKON

Dia bernama Ssumphphwttsspasbazaliapahssttphph, alien, dari sebuah planet di angkasa raya, jauh sekali dari galaksi Bima Sakti. Jarak planetnya menuju Bumi bisa ditempuh dalam 12 milyar tahun bumi. Tapi dia mampu menemui pacarnya lewat cara teleportasi. Dia berpacaran dengan seorang Doktor Astronomi, Arjuna Wibowo. Kemudian, alien itu akhirnya diberi nama Sumbadra, supaya lebih mudah diucapkan.

Wibowo, ayah Arjuna, adalah seorang pedagang. Kemudian masuk partai dan menjadi anggota Dewan Rakyat. Dia menjadi tumpuan partai, tapi korupsi. Situasi sekitar makin menyudutkan Wibowo. Pelan tapi pasti, KPK menangkapi para pelaku korupsi dari partai Wibowo. Dalam keadaan seperti itu, pada suatu hari, datanglah Arjuna memperkenalkan Sumbadra kepada seluruh keluarga Wibowo.

Bagaimana akhir lakon ini? Apakah Arjuna mampu mempersunting Sumbadra? Sejoli, dari dua planet yang berbeda, bertemu lalu saling jatuh cinta. GEMINTANG, adalah cerita tentang manusia, lakon alam semesta.

Synopsis

Her name is Ssumphphwttsspasbazaliapahssttphph, an alien, from a planet of a galaxy far far away from our own. The distance of her planet to our planet can be traveled in 12 billion Earth years. But she can come see her boyfriend through teleportation. She is currently seeing an Astronomy Doctor, Arjuna Wibowo. Then, he named the alien Sumbadra, to make her name easier to pronounce.

Wibowo, Arjuna’s father, is a merchant. He then entered a political party and became a delegate in the People’s Assembly. He grew into an essential party member, but a corrupt one. Thus, the environment has become more dire for Wibowo. Slowly but surely, the Corruption Eradication Commission is capturing the corrupt officials from Wibowo’s party. During this situation, one day, comes Arjuna introducing Sumbadra to the whole Wibowo family.

How will this story end? Will Arjuna be able to wed Sumbadra? The two lovers, from two different planets, who meet and then fall in love. GEMINTANG, is a story about humans, a play about the universe.

 

 

TEATER KOMA 

Produksi ke-150

SIE JIN KWIE - Melawan Siluman Barat

Roman Karya : Lokoanchung dan Tiokengjian

Saduran dan Sutradara : N. Riantiarno

10 s/d 19 November 2017
Graha Bhakti Budaya - TIM
Senin s/d Sabtu (pukul 19.30 WIB)
Minggu (pukul 13.30 WIB)

ONLINE TIKET :
www.teaterkoma.org
www.blibli.com

 

Beli Tiket SJK4

Info Tiket :
0217359540
0217350460
082122777709

HTM:
WeekEnd : 500k, 400k, 300k, 225k, 150k
WeekDay : 400k, 300k, 225k, 150k, 100k
Nomat (senin): 320k, 240k,180k, 120k, 80k

 

SINOPSIS LAKON

Jenderal wanita Hwan Lie Hoa, diangkat Raja Li Ti menjadi Panglima Perang Pasukan Tang untuk mengalahkan Jenderal Souw Po Tong dan menaklukkan Tartar Barat. Beberapa jendral luar biasa membantunya. Ada sang suami, Sie Teng San. Cin Han yang bisa terbang dan mampu menyusup ke dalam bumi. Touw It Houw yang mampu melarikan diri ke dalam tanah. Ada pula empat jendral wanita, Touw Siang Tong, Tiauw Giat Go, Sie Kim Lian dan Tan Kim Teng.

Yang dilawan oleh Hwan Lie Hoa dan pasukannya adalah siluman-siluman. Para Dewa Jahat juga ikut membantu Tartar Barat. Tapi Para Dewa Baik membantu Pasukan Tang. Dua kekuatan itu akhirnya berperang, baik di angkasa maupun di darat. Apakah Tartar Barat bisa ditaklukan?

Sie Jin Kwie, Melawan Siluman Barat, adalah lakon yang mustahil. Dan itu terjadi ratusan tahun yang lalu. Mungkin, yang sekarang kita lawan adalah siluman juga. Apa betul yang kita lawan sekarang ini adalah siluman? Benarkah mereka siluman?

 

Poster Warisan

 

WARISAN

Venue: Gedung Kesenian Jakarta

Tanggal : 10 – 20 Agustus 2017

Jam Pertunjukan :  Senin – Sabtu = 19.30 WIB dan Minggu & Hari Libur Nasional = 13.30 WIB

 

Itukah Warisan Kita? Korupsi dan Utang?

 

TEATER KOMA, produksi ke-149, 2017

Gedung Kesenian Jakarta

 

Karya dan Sutradara: N. Riantiarno

 

Sinopsis

 

Ada sebuah panti werdha. Dulu, panti werdha itu dikenal sebagai kebanggaan kota. Yang tua dan terlantar ditampung di situ. Banyak orang, dengan senang hati menyumbang.

Tapi delapan tahun kemudian, panti werdha itu berubah. Mereka mulai menampung orang-orang kaya yang mampu membayar mahal. Lalu, panti werdha dibagi dua: untuk orang-orang kaya dan untuk orang-orang miskin. Sebuah tembok tinggi memisahkan kedua tempat itu. Tak ada pintu yang menghubungkan.

Di tempat orang kaya, ada persahabatan, percintaan, bahkan diskusi politik yang membahas: apakah warisan negri hanya korupsi dan utang? Di tempat orang miskin, sangat tidak terurus. Ada yang pindah ke panti werdha lain. Beberapa yang lain, tetap tinggal di situ karena tak mampu pindah. Mereka hanya bisa pasrah.

Biaya makin tinggi. Area untuk orang miskin makin sempit. Semua harus membayar. Tentu saja, membayar dengan harga sangat mahal. Masih adakah tempat bagi mereka yang tidak mampu membayar?

 

Synopsis

 

This is a story of a retirement home. Once, it was the pride of the city. The old and the neglected found shelter there. Many people happily donated to the place.

 

Eight years on, the retirement home has changed. They start leasing rooms for the rich who can pay the expensive fees. The home was divided in two: the rich and the poor. A tall wall separates the two sections, without any connecting door between them.

 

At the rich people’s home, there is friendship, romance, even political conversations to discuss: are corupption and debts this country’s only legacy? At the poor people’s home, they are truly neglected. Some move to another retirement home. Some other, stayed because they can’t afford to move. They can only succumb to fate.

 

The prices keep soaring. The area for the poor people is becoming smaller. Everyone must pay. Of course, the price is extremely expensive. Is there still any place for those who cannot afford it?

 

ONLINE TIKET :

Beli Tiket Warisan

 

Info Tiket :

0217359540, 0217350460, 082122777709

 

HTM: 

WeekEnd (Jumat, Sabtu, Minggu dan Hari Libur Nasional): 400k, 325k, 250k, 150k

WeekDay (Selasa, Rabu): 300k, 225k, 150k, 100k

Nomat (senin): 240k, 180k,120k, 80k

 

 

ONLINE TIKET:


Subcategories