Berita

Museum Nasional Indonesia bekerjasama dengan Produser Mystery of Batavia dan Teater Koma mempersembahkan Akhir Pekan @MUSEUM Nasional.

Program ini dirancang khusus untuk anak-anak, keluarga dan komunitas yang beraktifitas pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor/car-free-day Jakarta. Setiap hari Minggu dari tanggal 8 September hingga 8 Desember 2013, kami akan memilih satu benda sejarah dari antara 140 ribu lebih artefak dalam koleksi museum.

Dari keris Puputan Bali hingga keramik kapal Tek Sing; dari emas raja-raja Medang sampai kehebatan soldadu sepeda Jepang --sejarah mereka bakal dipentaskan Teater Koma dalam dongeng berdurasi 15 menit.

Mau ikutan? Daftarkan dirimu mulai September ini di FB Akhir Pekan di Museum atau melalui twitter @museum_weekend

Usai mendaftar kamu tinggal menggowes sepedamu atau melangkahkan kaki di hari Minggu ke Museum Nasional Indonesia di Jalan Medan Merdeka Barat No. 12, Jakarta Pusat. Cari gedung yang ada patung Gajah di halamannya.

Biayanya gratis. Cukup dengan bayar tiket masuk ke museum Rp. 5.000/orang (Rp. 2.000/anak) kamu sudah bisa keliling museum sekaligus nonton Teater Koma melakonkan kisah-kisah seru masa lalu nusantara kita!

 

Jadwal Program September:

Pentas Dongeng TEATER KOMA

8 Sept -- Keris Puputan Klungkung

15 Sept -- Samurai Bersepeda

29 Sept -- Karamnya Kapal Tek Sing

Workshop

22 Sept -- Membuat keramik - Mencungkil kayu

 

Ikuti berita Akhir Pekan di Museum melalui media sosial:

Facebook: Akhir Pekan di Museum

Twitter: @museum_weekend

g+: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Vimeo: akhirpekan.museum

Path: akhirpekan.museum

Hari Minggu pagi, sekitar pukul 07.00 WIB, 11 Agustus 2013, aktor Teater Koma bernama Dudung Hadi menghembuskan nafas terakhirnya. Bagi penonton Teater Koma, seorang Dudung Hadi sangatlah lekat dengan peran Sukiu, bujang Sampek yang lucu, dalam lakon SAMPEK ENGTAY. Peran itu sudah berpuluh kali dia mainkan sejak 1988. Bahkan pentas terakhirnya bersama Teater Koma adalah sebagai Sukiu, pada pentas ulang SAMPEK ENGTAY bulan Maret 2013 lalu di Gedung Kesenian Jakarta.

Pemunculannya dalam lakon lain pun senantiasa ditunggu, karena kepiawaian beliau mengocok perut penonton melalui tingkah dan banyolannya yang jenaka. Tapi bukan berarti dia tidak jago bermain serius. Tengok saja perannya sebagai penderita gangguan jiwa yang hobi menyanyi opera, Prof. Karuso, dalam KENAPA LEONARDO? Tidak ada sama sekali unsur improvisasi komedik, selalu penuh disiplin dalam mengucapkan dialog dalam naskah.

Disiplin merupakan ciri khas lain dari pria yang bekerja sebagai penyemprot insektisida ini. Rumahnya di Bekasi, perjalanan ke sanggar memakan waktu 4 jam, tapi beliau nyaris selalu tiba lebih awal satu jam sebelum latihan mulai di sanggar Bintaro. Begitu pun ketika turut ambil bagian selama 4 tahun dalam pentas keliling PETUALANGAN AGEN PENNY, beliau selalu tiba di setiap SD manapun di Jakarta dengan tepat waktu.

Lalu, beliau adalah teladan bagi anggota baru meski tak banyak memberikan wejangan. Cukup keakraban serta candaan ringan, terselip kebijakan usia dan pengalaman, yang tak henti dia berikan kepada rekannya, tua maupun muda, di Teater Koma. Kehilangan yang tidak akan pernah ada gantinya.

Selamat jalan, Dudung Hadi. Kami akan selalu merindukanmu.

Sebentar lagi, Teater Koma akan menggelar lakon terbaru. Judulnya IBU. Direncanakan pentas bulan November. Semoga pertemuan awal berjalan lancar dan proses selanjutnya juga tidak mendapat halangan. Saduran naskah Bertolt Brecht berjudul MOTHER COURAGE AND HER CHILDREN ini kolosal. Pastinya akan melibatkan banyak pemain seperti produksi besar Teater Koma lainnya.

Info selanjutnya menyusul. Sampai jumpa dalam pementasan IBU di Graha Bhakti Budaya TIM, bulan November nanti.

Tak terhingga rasa terima kasih kami kepada warga kota Semarang, yang datang berbondong-bondong menonton pertunjukan kami SAMPEK ENGTAY di Marina Convention Center pada tanggal 22-23 Juni lalu. Bahkan, banyak penonton yang ternyata baru pertama kali menonton teater. Sebuah kebanggaan tambahan untuk Teater Koma karena memperkenalkan seni pertunjukan teater bagi mereka.

Bagi Teater Koma, ini adalah sebuah pengalaman yang tidak akan terlupakan. Semoga lain kali kami beruntung mendapat kesempatan mengunjungi lagi kota yang ramah dan asri ini. Sampai jumpa dalam pertunjukan kami yang berikutnya.

Seorang gadis mendobrak kekangan tradisi jamannya. Engtay, pemudi asal Serang, menyamar jadi pria agar diperbolehkan sekolah ke Betawi. Di jalan, dia mengangkat saudara dengan Sampek, pemuda asal Pandeglang. Mereka pun ternyata belajar di sekolah yang sama. Lambat laun Engtay jatuh hati pada Sampek. Tapi, beranikah Engtay mengungkap jati diri sebenarnya pada Sampek?

Setelah pentas perdana 25 tahun yang lalu, lakon versi N. Riantiarno ini telah berulangkali dipentaskan Teater Koma. Kali ini dengan pemain lintas generasi, emosi penonton akan kembali diaduk melalui akting, tari, lagu dan musik yang menawan.


Jadwal Pementasan:
Sabtu, 22 Juni 2013 pukul 18.30
Minggu, 23 Juni 2013 pukul 13.00 dan 18.30
Marina Convention Centre
Jl. Marina (samping kolam renang Marina)
Semarang


HTM dan Info Pemesanan:

VVIP Rp. 300.000 – VIP Rp 200.000 – Kelas 1 Rp 150.000 – Festival Rp. 75.000
SMS: 0878 3211 9518, 0813 2576 1777, 0816 4249 563, (024) 7037 2007
E-mail: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Web: www.teaterkoma.org


Jalur Pemesanan:

Kantor Pemasaran Puri Marina, Puri Anjasmoro Blok F8, Semarang; (024) 760 2345 – 760 3456, CP: Eny – Yuni
Mahkota EO, Plaza Mataram E-10, Semarang; (024) 356 0090
Shihlin Ciputra, Semarang, lantai dasar extension mall
Aksara Puri, Puri Anjasmoro H5/37, Semarang; (024) 762 2300
SeGho Lasem, Jl. M. Suyudi 71, Semarang; (024) 358 5920
TB Gramedia, Jl. Pandanaran 122, Semarang; (024) 844 8033
TB Merbabu, Jl. Pandanaran 108, Semarang; (024) 831 9562
Shekinah, Jl. Kepatihan Barat 4, Semarang; (024) 355 4466

Selamat hari ulang tahun yang ke-61 kami ucapkan kepada Ibu Ratna Riantiarno yang lahir pada 23 April 1952. Bersamaan juga kami ucapkan selamat hari ulang tahun kepada Bapak Joshua Pandelaki yang berulangtahun pada tanggal yang sama. Semoga sukses dan kebahagiaan serta anugerah Yang Maha Kuasa senantiasa menerangi jalan beliau berdua.

Bagi yang belum menonton pentas SAMPEK ENGTAY bulan Maret lalu di Gedung Kesenian Jakarta, semoga hasil dokumentasi tim TVRI pada tanggal 19 Maret lalu bisa segera ditayangkan. Akan kami umumkan kapan karena informasi itu sendiri belum kami ketahui.

Bagi yang ingin menonton langsung, mohon dukungan doanya juga supaya mudah-mudahan rencana SAMPEK ENGTAY berkunjung ke Semarang bisa menjadi kenyataan. Tandai saja kalender Anda pada tanggal 22-23 Juni 2013.

Sampai bertemu di pertunjukan kami yang berikutnya.

Subcategories