Berita

OPERA KECOA

 

 

Beli Tiket

 

TEATER KOMA menggelar produksi ke-146

 

OPERA KECOA

 

Karya & Sutradara: N. RIANTIARNO

 

10 s/d 20 November 2016
Graha Bhakti Budaya - Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta
Senin s/d Sabtu, pukul 19.30 WIB
Minggu, pukul 13.30 WIB

 

R = 17 th +

 

RINGKAS LAKON


Inilah kisah tentang orang-orang kecil yang menghadapi kenyataan keras. Perjuangan seorang bandit kelas teri, Roima, yang sedang berada di persimpangan jalan. Dia tertarik kepada Tuminah, seorang PSK, meski sudah punya pacar, Julini si waria.

Ketiga orang ini dan tokoh-tokoh lainnya melakoni perjuangan hidup yang hanya punya dua resiko: jadi ada atau tersingkir. Nasib baik jarang memihak mereka. Tempat mereka seperti sudah digariskan: gorong-gorong, di dalam got, di kolong jembatan, di kawasan kumuh yang jorok, yang gelap dan bacin.

Uniknya, ketika ada kawasan tempat tinggal orang-orang kecil dimakan api, selalu timbul dua pertanyaan: terbakar? Atau dibakar? Tak ada yang bisa menjawab. Semua gelap. Seperti masa depan.

 

PENJUALAN TIKET DIMULAI 4 OKTOBER 2016

 

ONLINE TIKET:
www.teaterkoma.org

 

Info Tiket:
0217359540

0217350460

082122777709

 

HTM:
WEEKEND (Jumat – Sabtu – Minggu):
Rp. 400.000 | Rp. 325.000 | Rp. 250.000 | Rp. 150.000
WEEKDAY (Selasa – Rabu – Kamis):
Rp. 300.000 | Rp. 225.000 | Rp. 150.000 | Rp. 100.000
(SENIN NOMAT): DISC. 20%

 

OPERA KECOA

… sampai orang miskin tak ada lagi …

 

 

 

Teater Koma
Produksi ke-143
SEMAR GUGAT
(Sia-Sia Menunggu Permoni Usai Pesta)
Karya & Sutradara:
N. Riantiarno

Sebagai bukti cinta, Srikandi meminta Arjuna, calon suaminya, memotong kuncung Semar di hari pernikahan mereka. Bukan hanya Arjuna yang pusing, seluruh Kerajaan Amarta juga ikut geger. Meskipun seorang punakawan dan abdi bagi para ksatria, tapi Semar adalah dewa senior dengan kesaktian tiada tara. Apakah dia akan diam saja menerima penghinaan ini? Tak ada yang tahu, semua ini ulah Ratu Setan Betari Permoni. Dia yang merasuki tubuh Srikandi agar bisa bermain asmara dengan Arjuna.

Semar lalu pergi ke Kahyangan, meminta agar dikembalikan jadi wujudnya yang rupawan. Dia pun menjadi raja, dengan gelar Prabu Sanggadonya Lukanurani. Tujuan akhirnya, menantang Arjuna dan Srikandi bertarung. Apakah Semar akan sanggup membuat Arjuna dan Srikandi insyaf? Saksikan jawabannya dalam pentas Teater Koma, "Semar Gugat" di Gedung Kesenian Jakarta Pasar Baru, 3-10 Maret 2016.

3  s.d. 10 Maret 2016
GEDUNG KESENIAN JAKARTA
Senin s.d. Sabtu, 19.30 WIB
Minggu, 13.30 WIB
(TAK ADA LIBUR PENTAS)

Info Tiket:
021-7359540
0217350460
021-77888640
SUNTEA: 08161190953
* Tak melayani pemesanan tiket melalui WA/BBM/SMS. Pembelian tiket dapat dilakukan mulai 1 Februari 2016

HTM:
WEEKEND (Jumat-Minggu):
Rp. 350 rb | Rp. 275 rb | Rp. 200 rb | Rp. 125 rb
WEEKDAY (Selasa-Kamis):
Rp. 250 rb | Rp. 200 rb | Rp. 150 rb | Rp. 100 rb | Rp. 75 rb
NOMAT (Senin):
Rp. 200 rb | Rp. 160 rb | Rp. 120 rb | Rp. 75 rb | Rp. 50 rb

 

Kerajaan Astina akan berperang melawan Amarta. Maka, ibukota Astinapura mengirimkan seorang Inspektur Jendral untuk menyelidiki kota kecil yang dipimpin walikota Ananta Bura.

Tak ada yang tahu apa saja yang akan diselidiki Inspektur Jendral. Tapi kota itu dipenuhi para pejabat yang korup. Tak ada satu pejabat pun di kota itu yang tidak korupsi. Termasuk, polisinya.

Para pejabat pun berunding, bagaimana caranya menghadapi seorang Inspektur Jendral yang datang dari Pusat Kerajaan? Tidak ada cara lain, selain menyuap Inspektur Jendral.

Tapi, apa dia bisa disuap?

Teater Koma
Produksi ke-142

INSPEKTUR JENDRAL
(K.P.K - Kalau Penguasa Kacau)

Adaptasi Karya: Nikolai Gogol
Menjadi Wayangan dan Disutradarai: N. Riantiarno

Gedung Kesenian Jakarta
6 s/d 15 November 2015
Selasa s/d Sabtu: 19.30 WIB
Minggu: 13.30 WIB
(Senin Libur)
 
Info Tiket:
021-7359540
021-7350460
082122777709 (TELP/WA)
PIN BB: 2890E85B
SUNTEA: 0818990579, 08161190953
www.teaterkoma.org
 
 
HTM:
Weekend (Jumat s/d Minggu)
Kat 1 Rp. 350.000
Kat 2 Rp. 275.000
Kat 3 Rp. 200.000
Kat 4 Rp. 125.000 (balkon)
 
Weekday (Selasa s/d Kamis)
Kat 1 Rp. 250.000
Kat 2 Rp. 200.000
Kat 3 Rp. 150.000
Kat 4 Rp. 100.000 (balkon)

Teater‪ Koma kembali pentaskan "Sampek Engtay‬". Lokasinya di Indonesia Convention Exhibition, BSD City, Serpong dari tanggal 31 Juli sampai 2 Agustus 2015.

Engtay seorang gadis dari Serang. Pada zaman itu perempuan dilarang bersekolah, maka dia menyamar jadi lelaki agar bisa bersekolah di Betawi. Di sana, Engtay bertemu dengan Sampek, yang kebetulan menuju sekolah yang sama. Mereka lalu menjadi saudara angkat. Lambat laun, Engtay mulai jatuh cinta kepada Sampek yang tekun dan serius. Apakah Engtay akan terus bersekolah, atau membuka jati dirinya kepada Sampek?

Lakon yang paling sering dipentaskan Teater Koma ini (terhitung 100 kali sejak 1988), kini hadir sebagai bagian dari Grand Opening Indonesia Convention Exhibition. Jangan lewatkan tontonan yang lucu dan mengharukan ini.

Jadwal:
Jumat (31 Juli - 19.30 WIB)
Sabtu (1 Agustus - 13.30 WIB)
Minggu (2 Agustus - 13.30 dan 19.30 WIB)

Info Tiket:
www.kiostix.com / 021-71793750
www.indotix.com
www.rajakarcis.com
TeaterKoma : 082122777709 / 08161190953 /7359540 /7350460

Promo:
Jumat Buy 1 Get 1 Free
Sabtu & Minggu Buy 2 Get 2 Free

Kategori :
Platinum : Rp. 410.000,- | Red : Rp. 360.000,- | Yellow : Rp. 310.000,- | Green : Rp. 260.000,- | Purple : Rp. 185.000,-

 

 

Denah

Teater Koma akhirnya membuat akun Instagram dengan nama yang cukup simpel, @teaterkoma. Bagi Anda yang memiliki akun Instagram, silakan mem-follow akun kami ini. Penasaran apa foto pertama yang kami unggah di akun Instagram @teaterkoma tersebut? Berikut inilah gambarnya.

 

Teater Koma produksi ke-139
OPERA ULAR PUTIH
Sutradara: N.Riantiarno

Graha Bhakti Budaya TIM
3-19 April 2015
19.30 WIB (Selasa-Sabtu)
13.30 WIB (Minggu)

"Bumi Harus Bersih, Langit Harus Suci"

Setelah bertapa selama 1700 tahun, Ular Putih mampu berubah wujud menjadi manusia. Dia memang tidak ingin terus-terusan jadi siluman. Dia ingin merasakan suka duka kehidupan sebagai manusia seutuhnya.

Keinginan Ular Putih awalnya ditentang oleh sang adik, Ular Hijau. Tapi, mereka akhirnya berubah menjadi manusia. Ular Putih memakai nama Pehtinio. Ular Hijau diberi nama Siocing. Tinio pun menikahi seorang manusia bernama Hanbun. Berdua, suami istri itu termasyhur sebagai tabib yang mampu menyembuhkan berbagai penyakit aneh.

Sayangnya para pembasmi siluman, penerima mandat dari Langit, datang mengobrak-abrik kebahagiaan Tinio dan Hanbun. Pendeta Bahai dan Peramal Gowi, muridnya, tetap menganggap Tinio dan Siocing sebagai siluman. Mereka tidak peduli pada segala kebaikan yang telah dilakukan Tinio.

Apakah cap siluman memang tidak bisa dibasuh dengan air jenis apapun? Apakah segala kebaikan yang dilakukan oleh mereka, yang dianggap jahat, juga akan dikutuk sebagai kejahatan? Mampukah mata hati kita membedakan mana manusia dan mana siluman?

Info Tiket:
Bintaro:
7359540/7350460/082122777709 (WA)
PIN BB:
2890E85B
Setiabudi:
5251066/5224058

HTM:
Weekend (Jumat-Minggu): Rp. 350 ribu, Rp. 275 ribu, Rp. 175 ribu, Rp. 125 ribu (balkon)
Weekday (Selasa-Kamis): Rp. 250 ribu, Rp. 200 ribu, Rp. 100 ribu, Rp. 75 ribu (balkon)

Tonton pentas terbaru Teater Koma OPERA ULAR PUTIH!
(www.teaterkoma.org)
 

Apa jadinya kalau tugas memilih pemimpin negara harus diemban seorang panakawan?

Itulah yang dialami Cangik, panakawan dari kerajaan Mandura. Saat negeri tersebut ditinggal mati pemimpinnya, Cangik lantas alih fungsi menjadi juri. Tugasnya, menentukan satu Maharaja dari enam calon yang maju.

Dengan ajian sakti peninggalan Maharaja sebelumnya, Cangik berhasil memanggil juri yang lain. Para juri tersebut adalah: Semar sang panakawan senior; Betari Permoni ratu para setan; Betara Narada perdana menteri para dewa; Raden Gatotkaca sebagai wakil Pandawa; Raden Lesmono sebagai wakil Kurawa; dan Riri Ratri, putri raja Kediri.

Di balik semua kehebohan itu, sebetulnya Cangik sendiri punya calon yang dia jagokan. Ditemani putrinya, Limbuk, duet ibu-anak ini menjadi penentu masa depan Mandura. Nah, calon manakah yang akan menjadi Maharaja Mandura? Saksikan sendiri akhir kisah ini dalam produksi ke-136 Teater Koma, REPUBLIK CANGIK.

Teater Koma
Produksi ke-136

REPUBLIK CANGIK
Karya & Sutradara
N.Riantiarno

"Sesudah Musibah Adakah Berkah?"

Gedung Kesenian Jakarta
Pasar Baru
13 s/d 22 November 2014
Senin Tak Ada Pentas
Selasa-Sabtu 20.00 WIB
Minggu 14.00 WIB

Info Tiket:
BINTARO: 0217359540 / 0217350460 / 082122777709
Pin BB: 2890E85B
SETIABUDI: 0215251066 / 0215224058
atau
Suntea: 0818990579
Ina: 081398818586

Online booking bisa dilakukan di www.gedungkesenianjakarta.co.id

HTM:
Weekend (Jumat-Minggu): Rp. 300.000 - Rp. 250.000 - Rp. 200.000 - Balkon Rp. 125.000
Weekday (Selasa-Kamis): Rp. 250.000 - Rp. 200.000 - Rp. 150.000 - Balkon Rp. 100.000

Subcategories