SAMPEK ENGTAY

Venue: CIPUTRA ARTPRENEUR THEATER

Tanggal : 15 – 16 Agustus 2020

 

Jam Pertunjukan :  Sabtu = 19.30 WIB dan Minggu  = 13.30 WIB & 19.30 WIB

 

TEATER KOMA, produksi ke-160, 2020

 CIPUTRA ARTPRENEUR THEATER

 

Naskah Karya & Sutradara: N. Riantiarno

 

Info Tiket:

 0821 22 7777 09 • 021 735 0460 • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

 Tiket Online:

 www.teaterkoma.org

 GO-TIX.id

 www.blibli.com

 

 

HTM:

 Rp. 150.000| Rp. 200.000 | Rp. 300.000 | Rp. 450.000 | Rp. 550.000 | Rp. 850.000

 

 

 Pemain:

  ADE FIRMAN HAKIM – TUTI HARTATI – RATNA RIANTIARNO

 IDRIES PULUNGAN – BUDI ROS – DAISY LANTANG – EMANUEL HANDOYO

 RAHELI DHARMAWAN – ANGGA YASTI – HENGKY GUNAWAN

 ANDHINI PUTERI – SIR ILHAM JAMBAK – RANGGA RIANTIARNO – dll.

 

Pekerja:

 Co-Sutradara: OHAN ADIPUTRA • Penata Artistik: IDRIES PULUNGAN

 Penata Musik: FERO A. STEFANUS • Penata Rias: SUBARKAH HADISARJANA

 Penata Cahaya: DERAY SETYADI • Penata Gerak: RATNA ULLY

 Penata Busana: RIMA ANANDA •  Penata Rambut: SENA SUKARYA

 Multimedia: DEDEN BULQINI • Pengarah Teknik: TINTON PRIANGGORO

 Perancang Grafis: ra7dika • Instruktur Vokal: NAOMI LG

 Manajer Panggung: SARI MADJID • Pimpinan Produksi: RATNA RIANTIARNO

 

Sinopsis

 Dengan berbagai akal, ENGTAY berhasil meyakinkan kedua orangtuanya bahwa sekolah itu penting dan baik. Akhirnya, gadis itu pun diizinkan pergi menuntut ilmu ke Betawi. Meski untuk itu, dia harus menyamar sebagai seorang lelaki muda. Dalam perjalanan, Engtay berkenalan dengan SAMPEK. Pemuda itu juga berniat menuntut ilmu di sekolah yang sama. Atas inisiatif Engtay, mereka berdua sepakat saling mengangkat saudara.

 Di asrama, Engtay ditempatkan satu kamar dengan Sampek. Rupanya, penyamaran Engtay sangat berhasil. Tidak seorang pun menyangka, bahkan juga Sampek, kalau Engtay itu perempuan.

 Asmara tumbuh. Dan akhirnya Engtay mengaku kepada Sampek mengenai kenyataan yang sebenarnya. Bahkan, dia nyaris menyerahkan diri kepada Sampek. Cinta bermula ada lantaran Engtay geregetan terhadap kejujuran -- yang disebutnya sebagai kebodohan -- lelaki muda itu. Ternyata, selama hampir setahun, Sampek tetap tidak mengira dia sudah tidur seranjang dengan seorang gadis. Dia lebih suka menekuni buku-buku pelajaran, daripada plesiran.

 Tapi Sampek tidak beruntung. Cintanya membentur tembok. Tepat saat dia menyatakan siap mencinta, Engtay dipanggil pulang. Si gadis akan dinikahkan dengan MACUN, anak seorang tuan tanah kaya dari Rangkasbitung. Sampek pun merana. Dan sakit cinta menyebabkan dia mati. Jasad Sampek dikubur, tapi sampai mati, dia tetap berharap suatu saat Engtay sudi menziarahi kuburannya.

 Macun memboyong Engtay ke kampungnya dengan tandu pengantin. Di tengah jalan, Engtay memohon agar rombongan berhenti sejenak di makam Sampek. Engtay ingin bersembahyang di kuburan itu. Dasar jodoh, begitu upacara sembahyang usai, kubur Sampek mendadak terbuka. Lalu dengan penuh cinta, Engtay melompat ke dalam kuburan. Dia menyatu dengan jasad kekasihnya.

 Macun marah besar. Dia membongkar kuburan. Tapi di dalam kuburan,  tak terdapat jasad Sampek maupun Engtay. Yang ada hanya dua batu biru dan dua tawon kuning. Ketika kubur digali lebih dalam lagi, muncul sepasang kupu-kupu yang segera mengepakkan sayap-sayap indah mereka, melayang terbang ke langit.

 Lalu, berjuta kupu-kupu memenuhi langit, menutup cahaya matahari, memayungi bumi, meneduhkan hati. Semua terkesima.