Berita

Bapak/Ibu Penonton Teater Koma Yth,

Bersama dengan pementasan ini, TEATER KOMA akan melelang 3 (tiga) set kursi yang digunakan dalam pementasan TANDA CINTA. Harga lelang dibuka dari Rp. 3.000.000,-/set kursi. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk mendukung program-program Teater Koma mendatang. Kursi akan dijual kepada penawar tertinggi, dan diumumkan di website kami (www.teaterkoma.org) setelah pementasan Tanda Cinta (25 Mei 2009).

Apabila Bapak/Ibu berminat untuk memberikan penawaran, silahkan kirimkan penawaran ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. dengan memberikan informasi sebagai berikut:

Nama : ........

Alamat dan Kontak : ........

Berminat pada kursi (coret yang tidak perlu) - KURSI SEGITIGA - KURSI PERSEGI - KURSI LINGKARAN

Penawaran : Rp ............. /set kursi
 
atau bisa kontak langsung dengan Ibu Sari Madjid 0811 94 70 97

Salam Budaya,

TEATER KOMA

Bagi penonton TEATER KOMA yang bingung arah menuju KOMUNITAS SALIHARA.
 
Berikut adalah link untuk denah menuju KOMUNITAS SALIHARA:
 
 
 
atau
 

 
Salam Budaya,

Teater Koma
Teater Koma kembali mementaskan pertunjukan TANDA CINTA di Komunitas Salihara, dari tanggal 15-24 Mei 2009 (Senin libur), setiap jam 20.00 WIB.
 
Reservasi dan Informasi:
 
HTM Rp. 100.000, dan Rp. 25.000 untuk mahasiswa/pelajar (tempat terbatas)

Jl. Setiabudi Barat No. 4, Jakarta
Suntea/Sheny 0816-119-0953 / 021-529-63-603 / 021-7028-2344
 
Jl Salihara 16, Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
Laly 0812-8008-9008
Nike 0818-0730-4036
 
 
Salam Budaya,

Teater Koma
 

Pertemuan pertama untuk produksi terbaru Teater Koma berjudul TANDA CINTA sudah dilakukan pada hari Senin, 9 Maret 2009. Lakon ini pernah dipentaskan di Gedung Kesenian Jakarta pada tanggal 27 s/d 29 Juli 2005, untuk merayakan 27 tahun hari jadi perkawinan N. Riantiarno dan Ratna Riantiarno. Lakon ini hanya menampilkan dua peran, Suami dan Istri, yang akan dimainkan oleh N. Riantiarno dan Ratna Riantiarno sendiri. Kalau tidak ada aral melintang, produksi ini akan dipentaskan di Teater Salihara pada tanggal 15-24 Mei (9 hari, hari Senin libur). Mohon dukungan dan doa restu dari segenap keluarga besar dan sahabat Teater Koma.

Salam Budaya,

Teater Koma

 

Tak terasa tanggal 9 sampai dengan 25 Januari sudah terlampaui. Tak ada rasa lelah, tak ada rasa kecewa. Semua sudah kami jalani dengan penuh kegembiraan dan dedikasi. Puas rasanya mendapatkan apresiasi yang begitu meriah dari para penonton. Segala jerih payah kami untuk menghadirkan tontonan berkualitas yang menghibur tidak sia-sia.

Atas segala bantuan, dukungan dan apresiasinya, kami segenap Keluarga Besar TEATER KOMA mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Besar harapan kami bahwa kelak kita akan bertemu lagi dalam produksi berikutnya.

Salam Budaya,

Teater Koma


TELADAN: Anak-anak dapat diajak menabung melalui cara menarik serta teladan yang diajarkan dari orangtua.

JAKARTA-- Hidup hemat dan rajin menabung sejak dulu sudah sering digaungkan. Namun, jika terbatas pada nasihat saja, sulit untuk anak membayangkannya.

Salah seorang siswa kelas lima SD Muhammadiyah 6 Jakarta, Dipa berceloteh tentang menabung. Dia mengatakan, menabung adalah kewajiban seorang anak agar di masa depan nanti memiliki uang yang dapat digunakan untuk biaya sekolah.

Beda halnya dengan Dipa, Gusti yang juga manabung mengatakan uangnya nanti akan dipergunakan untuk beli mainan. Beragam memang pendapat anak tentang menabung.

Menabung memang hal yang penting, tak heran jika para orangtua dan guru selalu berpesan kepada anak-anak untuk rajin menabung. Dengan menggaet Teater Koma, Citi Indonesia berusaha memperkenalkan siswa-siswa Sekolah Dasar (SD) tentang menabung melalui pertunjukan drama.

Alur ceritanya dibuat semudah mungkin agar dipahami oleh anak-anak. Diselipkan dengan humor ringan terlihat semua anak menikmati drama tersebut.

Salah satu yang menarik adalah ketika sekelompok anak berdebat mengenai sepatu mahal buatan luar negeri yang katanya bisa jadi investasi di masa depan. Bagaimana mungkin anak SD bisa berpikiran seperti itu? Selidik punya selidik ternyata mereka ini membaca majalah yang mempromosikan sepatu mahal tersebut dengan iming-iming yang tidak mendidik.

"Itu tidak benar, kita harus pintar-pintar mengeluarkan uang untuk membeli barang yang benar-benar bermanfaat. Coba lihat sepatu buatan Indonesia. Tidak kalah bagus dan harganya murah," ungkap agen Penny.

Dengan memberi contoh seperti itu diharapkan anak-anak dapat terdidik sejak dini untuk memgatur pengeluaran yang sesuai dengan kebutuhan.

Banyak hal lain tentang uang dan menabung yang disampaikan melalui drama "Petualangan Agen Penny". Jika melihat antusias anak-anak menonton drama rasanya pesan Citi Indonesia tersampaikan dengan baik.

Apalagi ketika mendengar dialog salah satu pemeran siswa SD, "Enak kalo dikasih jajan banyak, uangnya bisa dijajanin semuanya. Bisa beli banyak mainan deh". Kontan saja anak-anak yang menonton berteriak "huuuu", tanda tak setuju.

Kepala Sekolah SD Muhammdiyah 6 Jakarta, Tedjawati Agustini mengatakan cara seperti sangat efektif untuk mengajarkan pendidikan keuangan pada anak-anak.

"Saya bangga sekali dengan program ini. Dengan begitu anak-anak dapat belajar menabung dengan cara yang menyenangkan dan tidak seperti disuruh," ungkapnya usai menonton pertunjukan drama di SD Muhammadiyah 6 Jakarta, Selasa (16/12).

Meskipun ada berbagai cara yang bisa disampaiakn pada anak, Orangtua harus memberikan teladan dalam menabung. Jika orangtua masih sering menghambur-hamburkan uang dengan belanja, tak heran jika anak memiliki perilaku yang sama, bukan? (cr1/ri)

 

http://www.republika.co.id/tv/225.html
http://republika.co.id/berita/20575.html

By Republika Contributor

Selasa, 16 Desember 2008 pukul 13:38:00

 
Jakarta, Kompas - Pemimpin Teater Koma, Norbertus Riantiarno atau Nano, terpilih sebagai penerima Anugerah Teater Federasi Teater Indonesia atau FTI. Riantiarno terpilih karena kontribusinya pada dunia teater di Indonesia.


"Konsistensinya patut dihargai. Sejak berdiri 1977, Teater Koma selalu pentas setiap tahun dan penonton pun selalu memenuhi gedung pertunjukan, bahkan pernah pentas selama 40 hari," kata anggota dewan juri Anugerah FTI 2008, Radhar Panca Dahana, di Jakarta, Rabu (10/12).


Lamanya waktu pentas Teater Koma, menurut Radhar, sesuatu yang fenomenal untuk dunia teater. "Riantiarno memberi inspirasi pada pekerja teater di daerah untuk menggunakan musik dan tari dalam pementasannya. Teater di daerah pun menirukan dengan gaya-gaya akrobatik dan sukses. Inspirasi semacam ini memperkaya kehidupan teater Indonesia," papar Radhar.


Dewan juri FTI 2008 diketuai Jacob Soemardjo dengan anggota selain Radhar Panca Dahana adalah Jajang C Noer, Nirwan Arsuka, dan Kenedi Nurhan.


Penganugerahan tersebut terkait dengan peringatan hari jadi ke-4 FTI pada 27 Desember 2008. Serangkaian acara digelar selama dua hari, 27-28 Desember, termasuk penganugerahan bagi Riantiarno.


Pada acara puncak yang dibawakan oleh Butet Kertaredjasa akan menampilkan pianis Ananda Sukarlan, monolog Antasari SH, serta akan diumumkan pemenang Sayembara Penulisan Naskah Drama FTI. (LOK)


http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/12/11/0136077/riantiarno.penerima.anugerah.teater.fti

Subcategories